Teman, antara empati dan kompetisi.

Tidak melulu dalam pertemanan membahas tentang empati. Terkadang, kompetisi butuh hadir sebagai mekanisme peningkatan hubungan. Kompetisi seperti apa? Beradu siapa yang paling cepat mencapai suatu tujuan, menggapai mimpi, meraih angan, betul. Namun apa pantas, ketika teman sudah memohon, sudah berusaha merangkul, sudah berusaha mengikuti kemauannya, sudah mau berkorban, dan malah yang didapat adalah persaingan ego?

Kalian tidak bisa berpikir jernih ketika mengkomparasi tentang pertemanan dan ego. Kita semua punya ego, tapi apakah patut diutamakan dalam pertemanan?

Apa yang kalian usahakan, membangun kelompok yang satu.
Apa yang kalian usahakan, adalah membangun sinergitas.
Apa yang kalian usahakan, adalah memohon kepada SAYA untuk bergabung dengan kepengurusan.
Dan apa yang kalian usahakan, SUDAH saya ikuti.
Namun kalian terlalu banyak berkompetisi, tanpa sadari tentang empati, juga sakit hati.

Namun, apa saya salah meminta dukungan kepada kalian?
Bukan material, dan hanya moral.

Apa ini sebuah konsep tentang teman? Bukannya harus seimbang dalam empati dan kompetisi?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s