Live a life as an introvert.

So. Let’s define the ‘introvert’ first.

Introvert 

(adj.) a person characterized by concern primarily with his or her own thoughts and feelings.

Ya, itu yang saya rasa terhadap diri saya. Begitu juga dengan hasil psikotest / kepribadian di beberapa situs online ternama. Orang yang cenderung tertutup dan memikirkan segala suatu yang ia rasa sendiri; dipendam dalam dirinya sendiri. Bukan saya tidak bisa berkomunikasi, namun terkadang psikologis saya mengatakan untuk tetap diam dan lebih baik berpikir terhadap hal itu sendiri.

Bila dikatakan saya terlalu termakan prediksi psikologis atau ter-stereotip dengan kata introvert, tidak. Rekan terdekat saya pun merasakan hal ini dalam diri saya. Saya lebih senang memikirkannya sendiri tanpa campur tangan orang lain, bahkan dalam hal ini orangtua. Labelling ‘introvert’ dari orang terdekat mungkin membuat diri saya lebih menjadi-jadi. Menjadi diam untuk segala hal.

Saya lebih suka sendiri, tepatnya menyendiri. Menjauh dari kerumunan, dan keramaian. Bisa jadi saya dianggap asosial dan anti-sosial, tetapi apa salahnya bila saya nyaman menjadi orang seperti itu? Tapi bukan berarti saya tidak pernah bergaul, saya bisa saja nyaman dengan orang-orang terdekat saya. Namun, tetap, menyendiri bagi saya adalah problem solver terbaik.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s