#Opini : Semudah ini kah buzzing hoax di media sosial?

Ya, media sosial merupakan salah satu inovasi dan ancaman terbesar bagi komunitas penggunanya. Media sosial bak pisau bermata dua, namun bila saya mengutip dari puisi (entah saya lupa siapa penyairnya).

Kita semua tahu, pisau hanyalah pisau bila belum ada darah di mata nya.

Kurang lebih seperti itu. Media sosial yang pada awal kedatangannya kita puja-puja dan kita sembah serta kita dewakan – ini hanya hiperbola semata – ternyata menutup mata kita akan bahayanya itu sendiri. Seiring berjalannya waktu, ditambah momen-momen yang mudah terpicu api emosi, media sosial kini semakin tidak jelas akan unsur objektif, aktual, dan faktualnya. Memang wajar bila media sosial kurang menekankan hal itu, toh itu bukanlah situs berita yang harus mematuhi kode etik pers. Namun, yang berbahaya ketika media sosial, digunakan untuk menyebarluaskan berita tanpa sumber yang jelas.

Hal ini benar terjadi di negeri kita, Indonesia. Bisa dikatakan, hype penyebarluasan berita yang kurang jelas tersebut pada 2016 kemarin, ya saat kampanye pilkada serentak dimulai. Berita tidak jelas dan disinformasi tersebar di banyak akun dengan sumber yang kurang kredibel. Akun berjuluk pembela rakyat, suara orang kecil, pertanyakan keadilan, dsb. sungguh sudah merajalela di media sosial. Akun ini hanya bermodal screenshot berita, dengan judul yang memprovokasi suatu kaum. Mungkin saya bisa contohkan tangkapan layar di bawah ini.

screenshot_2017-02-09-08-15-13b

Berita seperti diatas sungguh menggiurkan dan tampak nyata seolah tanpa rekayasa. Berbekal layout berita online dari smartphone, dan font yang hampir menyerupai, siapa saja bisa mengubah judul dan konten berita. Tanpa ada sumber yang dicantumkan, bahkan. Tangkapan layar itu memang saya sengaja rekayasa untuk memberi contoh dalam artikel ini. Semua isinya saya karang dan foto orang tersebut saya cari asal di google image.

Kembali lagi ke analogi pisau, kini pisau tersebut mulai diangkat dan sudah menusuk ke raga NKRI dan pancasila. Akun-akun penyebar kebencian, hoax, dan disinformasi semakin bertumbuh pesat. Penyeimbangnya? Akun seperti saynotohoax dan cyberpatrol bekerja untuk melaporkan dan mengklarifikasi segala jenis berita ngawur tersebut. Namun, tidak cukup. Kita semua sebagai bangsa Indonesia yang cerdas harus bisa menyaring segala informasi yang kita telan. Semakin kita biarkan informasi itu tersebar, semakin dalam pisau yang mulai memotong raga burung Garuda. Semakin banyak pula tetesan darah persatuan yang keluar karena disinformasi dan berita tanpa sumber. Mari kita kembalikan sisi positif media sosial dan tutup segala peluang keburukan yang mungkin muncul darinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s