#OPINI : Melihat 2 sisi, tentang 1 peristiwa, di Indonesia.

WOKEH, 2016-2017 secara fakta, Indonesia tengah melalui masa perpolitikan yang sangat-sangat panas. Mulai dari kampanye pilkada serentak, kasus Ahok, dugaan makar, dugaan penyalahgunaan dana hibah, dan banyak lagi. Sebelum kita lanjut lebih jauh, I’d declare my self.

Gue, pro Ahok, but listen. Gua pro Ahok, si penista itu, karena beberapa faktor. Pertama, jelas, ‘suapan’ politik dari orang tua yang gak pernah berhenti tentang Ahok dan segala berita baiknya. Kedua, secara mata gua sendiri, kepemimpinan dia adalah kepemimpinan yang berani. Entah dibaliknya ada kepentingan politik atau apapun. Dah cukup deklarasinya.

Walaupun begitu, gua udah dari lama mau berpikir 2 sisi, antara si pro dan kontra Ahok. Tapi, apadaya, lingkup gua adalah lingkup yang pro terhadap Ahok, sementara yang kontra, hampir sangat tidak pernah gua temukan. Jadi, ya belum cukup aja menurut gua serapan informasi tentang kubu kontra. Sampe suatu saat gua sudah muak dengan berita pro Ahok yang semakin terlihat subjektifitasnya dan gua ingin mencoba berpikir dari sisi kontra. Singkat cerita, gua masuk ke lingkungan kelas kuliah yang baru, temen deket baru, dan serapan informasi baru. Ada saat dimana kami ngobrol, dan seorang nyeletuk tentang keadaan Indonesia. Gua hanya terdiam dan memperhatikan, juga merasa ini kesempatan gua untuk tau gimana opini kubu sebelah.

Salah seorang memulainya dengan kondisi perpolitikan di Kab. Bogor, kemudian nyambung ke Pilkada DKI dan uang cetakan baru. Dia mulai bicara tentang kasus palu arit di uang baru, dan gua rasa make sense.

Coba deh, lu bandingin Rectoverso uang lama dan uang baru. Kenapa coba BI milih option rectoverso itu ketika ada ratusan bahkan ribuan peluang untuk opsi yang lain? Gila ini sih tanda PKI udah masuk.

Gua cukup setuju dengan apa yang dia omongin tentang peluang rectoverso, cuma rasanya kurang setuju ketika menyimpulkan tentang PKI dengan evidence yang hanya uang rupiah.

Kemudian seketika mulai membahas tentang Jokowi dan PDIP, yang dimana mereka menyebutnya tentang boneka dan mulai membandingkan dengan pemerintahan lama. Mereka bilang tentang posting facebook Kaesang yang ikut-ikutan ngejokes ke SBY tentang pertanyaan kepada kapolri dan presiden, dan sebenarnya it’s clarified by him that was a hoax.┬áMereka mulai memercayai tentang adanya 9 naga yang pasti meruntuhkan siapapun yang berbuat baik di Jakarta, dan satu konsep yang mereka sebut dengan ‘CINASISASI’. Gua kaget dan mereka tetep mengiyakan konsep tersebut. Mereka juga sebut tentang indonesia sedang kehilangan identitas, padahal yang mereka butuhkan hanyalah bhineka tunggal ika. Masih banyak lagi yang mereka katakan.

Di satu sisi, saya memperhatikan gaya bicara mereka, olah emosi mereka, dan partisipasi bicara mereka. Yang saya temukan:

1 dari 4 pihak yang terlibat yang selalu membuka topik.

1 dari 4 pihak terlibat yang selalu kekeuh tentang konsep CINASISASI dan mitos naga.

3 orang lainnya hanya menyambung dan mengiyakan namun dengan tetap intens menjadi kubu kontra Ahok dan pemerintahan sekarang.

1 dari 4 pihak, berpikiran “Mengapa sih gaada yang mau bunuh 2 pimpinan itu dan ngorbanin nyawa demi Indonesia?”

dan saya juga temukan tentang “Orang baik kaya mereka tuh jangan dibawa ke Jakarta, habis sama massa.”

Gua gatau dia memang kontra dengan penuh logika dan rasional, atau memang karena faktor lain. Yang jelas, dia menganggap 2 pimpinan itu adalah sosok yang baik. Namun ketika dipindahkan ke Jakarta, ada 9 Naga / pihak yang pasti menjatuhkannya.

#Gue2 walau gak milih, setidaknya gua melihat hasil kerja yang benar.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s