#OPINI : Siapapun kelak yang menjabat, setidaknya lebih baik dari 3 pilihan kemarin.

Indonesia sudah melangsungkan pilkada serentak 15 Februari lalu, satu kota yang terus disebut-sebut, Jakarta, sudah pula menyukseskan keberlangsungannya. DKI Jakarta nampaknya tidak cukup jika hanya melalui 1 putaran, para pasangan calon bertarung hebat di putaran pertama dan harus menyingkirkan politikus muda, Agus Harimurti Yudhoyono.

Pasangan calon 1, Agus – Silvy, nampaknya harus tersingkir mungkin karena kurangnya kejelasan visi misi, mungkin juga karena dianggap kurang kredibel dari latar belakangnya. Meski berpasangan dengan seorang wanita birokrat senior, sayang pasangan ini hanya mampu memeroleh suara hitung cepat tidak lebih dari 18%. Tertinggal jauh di belakang pasangan calon nomor 2 dan 3

Menyisakan Ahok – Djarot dan Anies – Sandi, putaran kedua pun harus dilakukan. Kedua pasangan calon ini, akan kembali bertanding pada april mendatang. Kedua pasangan cukup berpengalaman dalam kehidupan politik di Indonesia, ada sang petahana dan juga mantan menteri pendidikan. Dua pilihan ini bila dipertarungkan akan semakin sengit dan berimbang. Keduanya memiliki kredibilitas yang cukup baik dan pengalaman yang luar biasa.

Putaran kedua sudah pasti akan berlangsung, kini peluang menduduki jabatan nomor 1 di Jakarta sudah seimbang, tidak lagi berpikir tentang sang petahana, ataupun sang pendatang baru. Berdasarkan visi, misi, dan janji politik mereka, semua memiliki niat yang baik untuk membenahi ibu kota Indonesia. Pilihan pada pencoblosan mendatang akan menunjuk salah satu paslon untuk berhak menduduki kursi DKI 1. Siapapun yang memenangkan pertarungan, diharapkan akan lebih membenahi kota ini. Tentu, 2 pasangan ini setidaknya lebih baik dari putaran sebelumnya. Bukan bermaksud menurunkan pamor pasangan yang tersingkir, namun faktanya 2 pasangan yang maju ke putaran berikutnya sudah lulus dan qualified untuk memimpin jakarta.

Siapapun yang menduduki kursi DKI 1, saya yakin akan membawa perubahan. Entah ke arah lebih baik, atau lebih bobrok. Siapapun yang kalah setelah putaran kedua dilangsungkan, setidaknya mereka sudah mau menawarkan program terbaik versi mereka. Siapapun yang maju setelah putaran kedua, setidaknya mereka sudah mewakili keinginan mayoritas warga ibukota. Siapapun yang menang nantinya, yang jelas harus memenangkan impian dan keluh kesah warga Jakarta.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s