Selamat, Muslim.

Setidaknya kalian, dalam pemilihan selanjutnya bisa lebih sering medakwahkan Al-Quran tentang haramnya pemimpin non-muslim.

Setelah vonis Pak Ahok kemarin, sebagian kalian mungkin bertakbir secara keras, mengadakan syukuran kemenangan perjuangan, dan mungkin akan semakin gencar mendakwahkan dengan cara yang menurut kalian baik. Berdakwah dengan kata kasar ala pimpinan kalian, “Guobloook!”, “TOLOOOL”, “Presiden gila!”, “Pantat CINA”.

Saya pernah berlajar sedikit tentang filsafat Islam dalam perkuliahan. Menurut dosen saya, Islam berdasar dari kata Salam, yang diartikan damai. Sehingga Islam ditakdirkan untuk membawa dan menebar kedamaian, bukan kekasaran verbal yang pemimpin kalian lakukan.

Sungguh, bila seorang benar-benar Islam, bukankah ia akan menjaga perbuatan, hati dan lisannya? Karena dalam filsafat shalat pun ditentukan gerakannya, perkataannya dan niatnya, yang sesungguhnya harus dipraktikan di luar aktivitas shalat, bukan? Coba kalian pertanyakan lagi keislaman kalian, dengan dasar menebar kedamaian.

Bagaimana jika dibalik-tanyakan kepada saya sebagai muslim? Apa saya muslim yang sebenar-benarnya muslim? Tidak. Muslim saya belum sesempurna anda yang mengikuti segala sunah dan perintah Al-Quran. Namun perlu digaris bawahi, kita semua berada dalam sebuah proses pembelajaran yang menuju penyempurnaan islam. Namun saya memilih belajar melalui kedamaian dan saling menebar kebahagiaan untuk sesama. Mohon maaf, tidak melalui aksi demo, yang notabenenya mengganggu aktivitas masyarakat, mulai dari lalulintas, kebisingan, belum lagi sampah yang kalian ciptakan.

Pada intinya, kini Indonesia mungkin akan lebih sering menyerukan (salah satunya) Al-Maidah ayat 51, selamat para kalian muslim yang berambisi penuh terhadap kekuasaan politik. Selamat para kalian muslim yang kini bisa dengan mudah mengampanyekan ayat-ayat suci Al-Quran.

Lalu, satu harapan saya kepadamu, Pancasila. Tetaplah gagah berdiri, tetaplah tegar bertengger, tetaplah wibawa dalam mengepakkan sayapmu. Izinkan kami menjadi pelindungmu, agar kau tetap terhormat dan takkan tergantikan.

Salam dariku, yang kesal akan sebuah hasil peradilan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s