Ngegebet ‘calon’ isteri orang?

Well, setelah perkuliahan semester empat yang cukup senggol bacok dan sangatlah hectic, akhirnya aing ngelanjutin nulis di blog. Aing kasih preface dibawah :

Ngelewatin semester yang berat dengan perkuliahan yang kurang jelas dan ngeselin, ngebuat gua pribadi ngelupain hal-hal diluar kuliah. Sebut tentang cinta. Ya, hampir satu semester terakhir gak ada tuh ngebahas cewek, gebetan, dan teman-temannya. Sampe akhirnya, menjelang UAS, karena gua nganggap udah agak santai, jadi mulai kepikiran lagi “Waduh, umur udah nambah, tapi periode jomblo masa mau diperpanjang nih? Gaga beres.”

Nah, jadi gua putuskan untuk mengkukingkangkan (ngegebet) orang. yaiyalah orang. Pokoknya cari gebetan, yang dulu pernah juga gua gebet tapi berujung salah paham. Yak, nahas. Berawal dari chat-chat biasa kaya remaja-remaja jomblo, curhat curhatan. She started with question. “Menurutmu aku sama ******************** kaya pacaran gak sih? Masa kata yang lain iya”, sambil nunjukin screenshot chatnya mereka berdua. Aing tanggepin : waah itumah udah uhuy banget, udah sama sama cocok kali ye. Jujur, sambil “anjing anjing anjing, bangs*t.”

Tapi gebetan aing bilang, kalo dia enggak ada rasa, gak kepengen, pokoknya ya menolak si ************************ itu lah untuk jadi pacarnya karena beberapa alasan : takut makin retak tuh hati, takut terlalu jauh karena udah diajakin untuk halal. EDAN. Intinya, saat itu, dia menolak.

THAT WAS A GREEN LIGHT FOR ME, GODDAMN. YESH YESH YESH!

Akhirnya perkukingkangan (ngegebet) gua lanjutin. Yaiyalah. Sampe dia bilang lagi berantem sm si *******************, ya gua senenglah. Means gaada komunikasi, gaada proses si manusia itu ngegebet gebetan aing. Ya ribet bahasanya. Itu pokoknya. Sampe sampe sampe suatu saat, dia ngasih Capturean tentang ajakan nikah lagi. Terus gua tanya gimana tanggepannya dia, apa masih nolak kaya dulu? “enggak menolak” ceunah. #Taeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeek. dan entah sambil bercanda atau enggak, dia nyebut si ****************************, calon imam. WELLLL!

Yaudah, mulai gua kasih wejangan wejangan yang serius sambil sakit hati. Yang intinya :

Lain kali, kalo dia ngajak nikah lagi, kamu pastiin dia enggak bercanda. Pastiin dia enggak ngajak nikah ke cewek selain kamu. Pastiin, tanya, jangan cuma sepenglihatan kamu dari sosmednya dia, tanya.

SAMBIL NGIRIS BOMBAY.

Ya intinya dia nge iyain wejangan gua, sambil “Makasih dimm {}”. Dan saat itu juga, gua berarti harus berhenti ngejar kukingkang. Well, have a nice lover, Mbak. Semoga perkataanmu yang juga telah berkontribusi atas hancurnya hati ini (waelah anjeng) tetep jadi komitmen, sampai pernikahanmu kelak dengannya.

Mbak, I’m out.
& un-Loved.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s